CARA MEMBUAT NASKAH BUKU TERSISTEMATIS

Tanggal pertemuan: 20 Agustus 2021

Resume ke: 15

Tema: Langkah Menulis Buku Secara Sistematis

Narasumber: Yulius Roma Patandean, S. pd

Gelombang: 19


            ===========÷÷÷÷÷÷============

Cara mudah bisa menulis- Salah satu impian penulis pemula umumnya adalah mampu menerbitkan buku. Keinginan untuk mewujudkan mimpi tersebut tentu harus dibarengi dengan latihan secara terus menerus.  Memperbanyak bacaan untuk memperkaya diksi. Mencari sumber-sumber bacaan yang berkaitan dengan artikel yang akan ditulis juga bisa meningkatkan kemampuan menulis. 

Tidak jarang penulis pemula mengalami mampet ide. Mereka sering kehabisan kata-kata untuk menyelesaikan paragraf tulisannya. Tulisan kadang mandek di tengah jalan karena belum juga menemukan sambungan kalimat berikutnya. Bahkan kebuntuan itu bisa memakan waktu yang bisa membuat naskah terbengkalai. 

Penulis pemula umumnya juga merasakan bahwa tulisannya kurang menarik. Tidak terstruktur dan kadang menulis dapat beberapa paragraf sering dilihat hingga berulang-ulang. Rasa percaya diri dalam menulis belum maksimal karena takut salah. 

Beruntung materi pelatihan malam ini bisa membantu para penulis pemula peserta pelatihan menulis bersama PGRI. Materi berjudul langkah menulis buku secara sistematis yang disampaikan oleh narasumber bisa menjadi salah satu pijakan dalam menyusun naskah. 

Narasumber yang dihadirkan untuk mengisi materi merupakan tokoh dengan berbagai macam prestasi. Beliau adalah Bapak Yulius Roma Patandean, S. Pd. Dari biografi yang disampaikan beliau merupakan sosok yang memiliki semangat juang tinggi. Beliau berhasil menjadi Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Selain itu beliau juga aktif di berbagai lomba menulis dan berhasil menjadi bagian dari juara. 

Keaktifan beliau di dunia literasi juga telah mengantarkan beliau menjadi penulis handal. Buku antologi maupun solo telah beliau terbitkan. Tidak sampai di situ. Karya-karya beliau diantaranya telah berhasil menembus penerbit Mayor. Sungguh suatu prestasi yang membanggakan. Dengan pengalaman beliau yang luar biasa tentu bisa meningkatkan skill peserta pelatihan dalam menulis naskah buku. 

Ada suatu pesan dari beliau untuk peserta kuliah menulis PGRI yaitu peserta diminta untuk meyakini akan kualitas naskah buku yang telah disiapkan. Sesederhana apapun naskah yang ditulis akan tetap memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya. Hindari rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan. Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan pengeditan dan penyusunan naskah buku yang sistematis.

Ilmu yang didapat dari Beliau mengenai menulis naskah yang baik dan tersistematis terangkum sebagaimana berikut:

Penggunaan Microsoft Word sangat memudahkan penulisan artikel. Penulisan bisa dibuat secara otomatis dan sistematis dengan menggunakan fitur-fitur yang ada di Microsoft Word. Ukuran font umumnya 12. Ukuran kertas menggunakan ukuran kertas A5. Sementara soal margin disesuaikan kebutuhan penulis. 

Menulis buku diawali dengan halaman judul, kemudian halaman berikutnya kata pengantar yang umumnya ditulis oleh orang yang telah membaca buku kita. Ukuran Judul kata pengantar dibuat 14. Blok judul atau tulisan kata pengantar, kemudian gunakan Posisi tool Heading 1. Kemudian judul atau tulisan kata pengantar diposisikan tengah dengan menggunakan tool sentre pada microsoft word. Bila tulisan berwarna maka blok dan ganti menjadi warna hitam. 

Selanjutnya adalah prakata pada halaman setelah kata pengantar. Halaman ini biasanya dipergunakan oleh penulis mengenai siapa pembaca buku dan kegunaan isi buku. Secara teknis peletakannya hampir sama dengan kata pengantar namun kali ini yang digunakan adalah tool heading 2. Tulisan diposisikan tengah dengan  menggunakan tool centre. 

Berikutnya adalah daftar isi. Proses sama dengan sebelumnya namun yang digunakan adalah tool heading 1. Perlu diingat bahwa ukuran font judul umumnya 14 namun ada juga ukuran 12. Pada halaman daftar isi ini akan dibahas lanjutnya setelah pembahasan teknik sistematis Bab-bab halaman. 

Selanjutnya adalah membuat teknik tersistematis bab-bab buku. Pola hampir sama seperti sebelumnya. Blok tulisan bab 1. Gunakan tool heading 1. Untuk sub bab gunakan heading 2. Bila sub lagi pada sub bab maka gunakanlah heading 3. Pengaturan posisi sub bab dan sub sub bab disesuaikan dengan aturan menulis yang digunakan. Lakukan teknik tersebut untuk bab-bab dan sub bab berikutnya hingga sampai dengan daftar Pustaka. Posisi kan bab-bab dan subnya ke halaman-halaman baru di Microsoft Word. 


Setelah teknik diatas dilakukan, maka kembali ke halaman daftar isi. Posisikan pointer di bawah tulisan daftar isi. 


Lalu pilih tool references. Kemudian lanjutkan dengan memilih di pojok kiri atas pilih table of content. Klik nomer dua seperti pada gambar berikut. 


Maka secara otomatis bab-bab dan sub bab akan terdaftar di dalam daftar isi sesuai dengan peletakkan nomer halaman bab. 



Materi selanjutnya hampir sama dengan hal diatas. Maka untuk teknik penulisan otomatis tersistematis berikutnya adalah mengenai indeks. Tulisan indeks biasanya di halaman akhir buku. Agar tersistematis langkahnya sebagai berikut. 

Ketik tulisan indek. Blok lalu klik tool heading 1.

Setelah itu kita buka bab dan pilih kata-kata yang akan dijadikan indeks. 


Sebagai contoh adalah kata teknologi. Blok lalu klik tool references. Kemudian pilih tool mark entry. 
Kemudian akan muncul seperti gambar berikut. 


Pilih current page, mark elah dan enter. Akan ada perubahan tampilan namun tidak perlu khawatir. Cara menghilangkannya klik home. Lalu pilih tool berikut. 

Pilih tool warna kuning atas paling kanan  seperti pada gambar. Tetapkan pola di atas untuk kata-kata yang bahkan dijadikan indeks. Maka secara otomatis akan muncul di halaman indeks seperti gambar berikut. 


Beliau juga memberikan tips kepada peserta agar pantang menyerah dalam menulis. Gunakan rumus CLBK(Coba Lakukan Biasakan* dan *Konsisten.*). Mulailah menulis walau terasa berat di awal. Ketika semua bisa terbentuk menjadi sebuah naskah utuh akan muncul kebanggaan dalam diri. 

Setiap penulis bisa saja memiliki gaya dan teknik mengumpulkan naskah yang berbeda-beda. Seperti yang beliau lakukan tanpa menggunakan sub judul dalam rancangan tulisnya. Penulis yang berhasil menerbitkan buku dalam setahun memilih strategi menulis sebanyak-banyaknya dan pengurutan BAB dan sub judul dilakukan saat melakukan proses pengeditan.

Handphone bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam menulis. Ambillah gambar untuk melengkapi karya tulis. Handphone juga bisa digunakan untuk media menulis. Fasilitas note di handphone bisa menjadi tempat menyimpan ide ketika ia muncul didalam pikiran. Ide akan bisa tersalurkan dan bisa menjadi sebuah artikel bila bisa tersusun dalam kalimat dan akhirnya terbentuk sebuah paragraf. 

Menulis buku non fiksi disarankan sedikitnya memiliki  5 BAB. Hal ini untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh UNESCO bahwa penerbitan buku minimal adalah 40 dengan ukuran kertas A5 menggunakan ukuran font 12 dengan memakai font Times New Roman. Membuat naskah buku sebaiknya tidak terlalu tipis. Dalam 1 bab berisi setidaknya 20 halaman maka jika buku non fiksi berjumlah 5 bab akan terdapat 100 halaman di dalam buku. 

Bagi penulis yang naskahnya bisa masuk ke penerbit mayor pastinya akan sangat senang. Namun tidak perlu berputus asa bila naskah ditolak. Masih ada alternatif lain agar karya tetap bisa terbit. Ada penerbit indie yang siap membantu mewujudkan mimpi mengabadikan hasil pemikiran menjadi sebuah buku karya tulis. 

Banyak jenis buku yang bisa dipilih untuk menjadi topik bahasan. Ada buku fiksi yang mengandalkan imajinasi. Sedangkan buku non fiksi bisa menjadi alternatif bagi yang kurang suka dunia khayalan. Materi bisa bersumber dari aktifitas mengajar, pengalaman jalan-jalan, kuliner hingga memoar dan lain sebagainya. 

Sinopsis merupakan cuplikan tulisan di cover belakang buku. Ia merupakan ringkasan isi buku. Sinopsis memuat tulisan kepada siapa pembaca buku itu ditujukan, apakah masyarakat umum atau terbatas ke kalangan tertentu. 








Komentar

Posting Komentar