KIAT MENGATASI KEBUNTUAN MENULIS
Tanggal pertemuan: 30 Agustus 2021
Resume ke: 10
Tema: Mengatasi Writer's Blocks
Narasumber: Dita Widya Utami, S. Pd., Gr.
Gelombang: 19
Cara mudah bisa menulis - Tulisan hasil sebuah pemikiran diri merupakan ekspresi jiwa yang diwujudkan ke dalam karya yang bisa dinikmati dengan membacanya. Tulisan akan makin bermakna ketika bisa membawa pesan bermanfaat. Tulisan akan membawa perubahan tidak hanya kepada diri sendiri, namun orang lain pun bisa terpengaruh. Tulisan bisa menjadi sebuah kebanggaan jika disusun dengan rapi.
Setiap orang bisa mempunyai cerita sendiri-sendiri. Ada cerita seputar pengalaman masalalu, masa depan yang ingin diraih, cara mengatasi kegagalan, trik memperoleh kesuksesan, bahkan romansa dalam memilih pendamping hidup sekalipun. Cerita-cerita tersebut bisa menjadi bahan tulisan. Cerita tersebut bisa abadi apabila dituangkan ke dalam lembar-lembar kertas, atau yang terkini melalui sosial media yang memberikan ruang untuk menulis.
Namun menulis ternyata bukan seuatu yang mudah untuk setiap orang. Kendala mentok dalam merangkai kata sering ditemui bagi penulis. Tak jarang penulis mengalami kehabisan ide, bahan dan arah dalam meneruskan artikelnya. Terkadang untuk menyelesaikan satu paragraf harus membutuhkan pemikiran yang mendalam. Menyusunnya menjadi sebuah kalimat yang bermakna dan saling berkesinambungan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Topik kebuntuan dalam menulis diangkat oleh pemateri di pelatihan menulis bersama PGRI di pertemuan ke 9 (penulis menjadikan resume ke 10). Tema yang menarik dengan judul mengatasi writer's block. Narasumbernya adalah Bu Dita Widya Utami, S. Pd., Gr. Beliau merupakan seorang guru pegawai negeri sipil yang berprestasi. Selain pengajar di sebuah sekolah menengah tingkat pertama negeri, beliau juga aktif di dunia literasi. Beliau juga sudah menerbitkan buku solo bahkan menembus penerbit mayor.
Ada yang menarik dalam cara beliau memancing interaksi audiens. Dalam sebuah kesempatan beliau membagikan sebuah gambar tokoh Wayang. Beliau memberikan tantangan kepada peserta pelatihan untuk membuat 3 paragraf dalam waktu 15 menit. Tantangan itu merupakan pembuka sebelum beliau meneruskan materi berikutnya.
Tidak semua peserta mampu menyelesaikan tantangan tersebut. Dari ratusan peserta, tampak hanya hitungan jari yang mampu mengirim tugas. Bagi peserta yang berasal dari pulau Jawa tampak bisa membuat tulisan yang mendalam seputar wayang. Sedangkan tulisan dari peserta luar Jawa tampak hanya menempelkan kata Wayang dalam tulisannya.
Meski demikian, narasumber tampak begitu menghargai peserta yang telah berhasil menyusun kata berdasarkan gambar Wayang. Tidak perduli artikel tersebut luas bahasan wayangnya atau tidak, yang terpenting adalah mampu merangkai kata dan menjadi sebuah paragraf utuh. Menurut beliau, tulisan yang paling baik adalah tulisan yang bisa diselesaikan. Percuma kata-kata indah dan penulisan sesuai kaidah bila berhenti di tengah jalan. Menulis dengan gaya bahasa sendiri dan akhiri kalimat agar makin sempurna bisa dipahami.
Kendala dalam menulis menurut Bu Dita diantaranyau sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi untuk menulis merupakan sebagian dari tanda-tanda terserang writer's block. Kondisi ini bisa dialami oleh pemula atau yang profesional sekalipun. Writer's block bukanlah disebabkan karena kurang komitmen dalam menulis. Umumnya mereka sangat tinggi motivasi menulis nya, namun tidak bisa menemukan ide untuk dijadikan materi selanjutnya.
Penyebab dari writer's block diantaranya karena mencoba menulis dengan metode baru. Contoh adalah menulis sesuatu yang kita kurang paham bahan yang akan ditulis. Selain itu karena kelelahan pikiran juga bisa menyebabkan terjadi writer's block. Stress pekerjaan, urusan rumah tangga, tugas yang menumpuk membuat pikiran enggan diajak berpikir lagi. Kondisi fisik juga bisa mempengaruhi jiwa. Bila tenaga sudah terkuras umumnya orang akan lebih cepat mengantuk sehingga enggan menggerakan jari untuk menulis. Kondisi penulis profesional juga bisa mengalami kebuntuan ide. Misal dia pernah membuat buku best seller, tentu buku berikutnya dia akan berpikir untuk bisaencapai standar yang sama dengan Sebelumnya.
Kebuntuan dalam menulis ini bisa terjadi dalam waktu singkat atau bahkan bisa mencapai bertahun-tahun. Kondisi seperti writer's block bisa berbeda kasusnya tergantung sumber permasalahan. Jika bisa menemukan akar permasalahan maka semakin cepat pula orang akan menemukan kembali gairah menulis. Kebuntuan menulis akan segera hilang jika sumber masalah sudah ditemukan.
Pesan beliau sebagai closing statement "Jika ini terjadi, maka ...
*ingatlah kembali alasan awal kita menulis. Tujuan kita menulis. Masa-masa saat kita merintis menjadi seorang penulis*.
Jika memang akar masalah karena membahas materi baru, maka memperbanyak bacaan dari berbagai sumber akan membantu. Jika stres karena beban pekerjaan atau tanggung jawab yang berlebihan tentu dengan membagi wewenang, dan mengerjakan tugas tepat waktu bisa menjadi alternatif agar tugas tidak menumpuk sehingga kesempatan menulis bisa tersedia. Kelelahan fisik bisa diatasi dengan refreshing ke tempat rekreasi atau quality time untuk diri bisa menjadi solusi. Penulis profesional yang mengalami kebuntuan hendaknya bisa hikmah dari pesan Bu Dita mengenai niat awal menulis.
Semua kebuntuan akan bisa teratasi apabila diketahui penyebab dari kesulitan meneruskan tulisan. Semua bisa kembali menulis jika semangat itu masih ada dan mau belajar untuk mengembangkan potensi diri menjadi lebih baik.




Komentar
Posting Komentar