KIAT MENJADI PENULIS MAYOR
Tanggal pertemuan: 6 Agustus 2021
Resume ke: 12
Tema: Menjadi penulis buku mayor
Narasumber: Joko Irawan Mumpuni
Gelombang: 19
===========÷÷÷÷÷÷============
Cara mudah bisa menulis- Buku hasil karya ketika mendatangkan nilai tambah secara ekonomi tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi penulis. Buku tidak hanya sekedar membuka wawasan pembaca, kebermanfaatannya bisa menjadi sumber pemasukan baru. Penulis akan bisa menikmati jerih payah pemikirannya setelah buku bisa tersebar luas dan banyak yang meminati.
Naskah yang mampu menembus penerbit mayor akan dikelola dengan baik. Mulai dari proses editing, cetak menjadi buku, bahkan hingga ke permasaran dikelola secara profesional. Penerbit mayor memiliki tim yang sudah terlatih untuk membuat sebuah naskah yang terpilih menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual.
Sebuah naskah bisa terbit menjadi sebuah melalui penerbit mayor melalui seleksi yang ketat. Setiap bulan penerbit mayor bisa menerima 300-500 naskah. Dari sekian naskah yang masuk akan dipilih 50-60 naskah yang mempunyai nilai jual lebih.
Naskah akan dipilah berdasarkan tema-tema nya. Ada naskah buku fiksi dan buku non fiksi. Naskah buku fiksi diantaranya adalah naskah cerpen, novel, dongeng, komik, cerita rakyat, mitos dan lain sebagainya. Sedangkan contoh naskah buku non fiksi seperti naskah buku mata pelajaran, biografi tokoh, kumpulan contoh pidato dan lain sebagainya.
Penjelasan lebih luas juga disampaikan oleh Bapak Joko Irawan Mumpuni. Direktur penerbit mayor Andi Publisher yang berkesempatan hadir menjadi narasumber pelatihan menulis bersama PGRI. Beliau membawakan materi berjudul "Menjadi Penulis Buku Mayor". Materi yang bagus bagi penulis pemula untuk bisa paham dan tahu kiat apa agar tulisan bisa layak ikut audisi dan terbit di penerbit besar.
Pada prinsipnya penerbit mayor adalah sebuah perusahaan atau industri yang bisa berjalan bila usaha memperoleh keuntungan. Tidak lepas dari hal itu, maka sudah sewajarnya bila penerbit akan memilah naskah yang memiliki peluang pasar. Pemetaan ini berguna untuk memantau minat masyarakat mengenai sebuah topik. Tulisan bagus namun masyarakat sudah jenuh juga tidak bisa diterbitkan karena daya jual rendah. Contoh corona yang menurut pengamatan penerbit hanya laku di awal kemunculan virus ini. Selebihnya buku mengalami penurunan permintaan.
Maka sebagai seorang penulis hendaknya juga bisa membaca kebutuhan masyarakat. Topik apa yang perlu pembahasan mendalam dan mendapatkan pencerahan. Selain itu harus memiliki perbedaan bila naskah tersebut pernah di bahas oleh penulis lain. Buku memiliki ciri khas pembeda yang tentu keunikannya bisa menjadi nilai tambah yang bisa memancing pembaca untuk memiliki buku tersebut.
Penerbit di masa pandemi ini juga tidak mengembangkan beberapa topik bahasan karena kurang diminati. Wajar bila ekspansi penerbitan naskah berkurang karena penjualan buku saat pandemi memang mengalami penurunan. Toko-toko buku banyak yang menghentikan operasinya karena sepinya pengunjung.
Salah satu cara penulis pemula agar bisa menembus penerbit mayor menurut direktur Abdi Publisher adalah dengan menggandeng penulis yang sudah populer. Sebagai penulis yang ingin bukunya diterbitkan ke penerbit mayor harus mempunyai pola pikir bisnis. Naskah harus mempunyai daya tarik agar bisa menjadi magnet. Semakin menarik naskah maka penerbit akan memberikan pertimbangan untuk bisa diterbitkan.
Selain membuat naskah yang tetap relevan Penerbit akan menentukan oplah tinggi jika buku itu dinilai mempunyai market lebar dan lifesycle panjang. Life cycle panjang artinya buku itu akan tetap relevan dimasa yang akan datang dalam waktu yang panjang. Tentu hal tersebut tidak terlepas dari peluang mendapatkan profit. Semakin laris buku semakin tinggi pula keuntungan yang peroleh.
Menjadi penulis buku mayor mempunyai beberapa peluang. Diantaranya meningkatkan kesejahteraan. Meningkatkan citra diri, dan pastinya kepuasan diri bila tulisan dihargai dan bermanfaat bagi orang lain.
Menjadi penulis buku mayor memang perlu latihan. Sumber ide bisa menulis bisa dari berbagai hal. Mulai dari terdekat yang ada di sekitar kita. Apa yang kita lihat bisa menjadi inspirasi menulis. Pengamatan akan suatu fenomena. Bahkan ide menulis bisa berasal dari indera kita.
Komentar
Posting Komentar