MENGETAHUI PROOFREADING NASKAH
Tanggal pertemuan: 13 Agustus 2021
Resume ke: 16
Tema: Langkah Menulis Buku Secara Sistematis
Narasumber: Susanto, S. pd
Gelombang: 19
===========÷÷÷÷÷÷============
Cara mudah bisa menulis- Akhir pekan di minggu ke 3 bulan Agustus ini kembali kukumpulkan energi untuk menulis. Aku masih bersemangat untuk menyelesaikan tugas diklat menulis bersama PGRI. Sebelumnya sudah berhasil kubuat 15 artikel dari 18 pertemuan. Direncanakan ada 30 pertemuan dan peserta diwajibkan setidaknya mengumpulkan 20 resume materi perkuliahan.
Ilmu menulis ini makin lama makin kunikmati sehingga tak terasa aku bisa menghabiskan berjam-jam untuk membuat sebuah artikel. Pesan dari Prof. Eko ji salah satu narasumber pelatihan yang membekas di ingatan ku. "Sesuatu pekerjaan yang dilakukannya dengan senang hati tidak akan terasa bahwa itu merupakan sebuah pekerjaan". Apakah aku sudah berada di level tersebut? Aku sendiri tidak tahu. Aku hanya berusaha belajar dan serius mengikuti pelatihan agar bisa mengembangkan potensi menulis ku.
Kembali kubuka grup kelas menulis di whatsapp. Pelatihan sudah memasuki pertemuan ke 16 yang menghadirkan Nara sumber ahli. Beliau adalah Bapak Susanto, S. Pd yang biasa disebut Pak D. Background pendidikan beliau sarjana bahasa Indonesia tampak mempengaruhi kemahiran dalam dunia literasi. Selain itu beliau juga telah berhasil menerbitkan buku solo hasil pelatihan menulis bersama PGRI dan juga telah menerbitkan beberapa buku antologi bersama penulis lainnya.
Proofreading sebelum menerbitkan buku menjadi topik pelatihan kali ini. Pemateri disampaikan oleh narasumber yang sudah profesional dalam dunia literasi. Dalam komunitas menulis besutan Om Jay beliau dipercaya menjadi editor naskah yang masuk. Tema ini memberikan tambahan pengetahuan bagi peserta agar naskah yang disusunnya bisa segera terbit tanpa mengalami kendala editing.
Dalam menulis adakalanya terjadi salah ketik atau istilah kekinian nya "Typo", kesalahan ejaan atau pun tanda baca. Trik dan tips proofreading tampaknya sangat membantu untuk mengatasi atau setidaknya meminimalisasi kesalahan ketik.
Proofreading adalah upaya mencermati tulisan yang terdapat pada naskah. Kegiatannya untuk mengoreksi bila ada kesalahan tulis, ketidak tepatan kata ataupun penempatan tanda baca. Perbedaan istilah pengeditan dengan proofreading. Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.
Proofreading sendiri disarankan dilakukan ketika naskah sudah dalam posisi selesai ditulis. Proofreading adalah proses terakhir dalam proses menulis sebelum artikel diterbitkan. Dianjurkan untuk tidak melakukan swasunting saat masih menyusun naskah.
Langkah-langkah proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca membaca secara seksama tulisan paragraf demi paragraf. Periksa tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata apakah terdapat kesalahan. Jika ada perbaiki sesuai kaidah yang terdapat pada KBBI dan PUEBI.
Menulis dalam media apapun sebaiknya menggunakan tatabahasa yang baik dan benar. Selain itu penggunaan tanda baca harus sesuai penempatannya. Tanda-tanda seperti titik, kokadan spasi tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh;
Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti *tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).* Misalnya: Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup. Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya.
Tips memanfaatkan fitur Microsoft Word untuk mencari dan memeriksa tulisan. Tekan tombol *CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F)*. Lalu, ketikkan misalnya tanda "*,*" (tanda koma)
Maka akan muncul *highlight teks dengan warna kuning*. Setelah itu periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma. Kegiatan ini juga bisa diterapkan saat mengetik di blog.
Dengan mampu memahami kerja dan fungsi aplikasi pengetikan Microsoft Word tentu akan makin mempermudah penulis. Artikel akan jadi lebih rapi dan cepat selesai. Penulis harus akrab dan membiasakan diri dalam memanfaatkan media tulis untuk menghasilkan karya yang bisa dinikmati sepenjang waktu.
Diakhir pertemuan beliau juga sempat mengirim gambar yang berisi informasi penting untuk panduan proofreading. Berikut ini slide gambarnya.
Komentar
Posting Komentar