TEKNIK MEMASARKAN BUKU

 


Tanggal pertemuan: 2 Agustus 2021

Resume ke: 10

Tema: Memasarkan Buku

Narasumber: Agus Subardana 

Gelombang: 19

================================

Cara Mudah Bisa Menulis - Pemerintah Indonesia mendorong agar Masyarakatnya meningkatkan minat literasi. Upaya ini dilakukan dengan cara mengenalkan buku pada anak sejak usia dini. Pemerintah berharap dengan pengetahuan yang baik masyarakat bisa menghadapi perubahan jaman dan bertanggung jawab dan lebih sejahtera kehidupan nya. 

Pandemi covid 19 telah membuat penerbit-penerbit di Indonesia banyak yang tidak bertahan. Penerbit buku mayor maupun indie menghentikan operasinya karena usaha tidak lagi mendatangkan profit. Perputaran uang yang ada masih belum bisa memenuhi kebutuhan sehingga mau tidak mau harus menutup usahanya. 

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Agus Subardana, M.M.  ketika menjadi narasumber pelatihan menulis PGRI. Beliau merupakan manajer pemasaran penerbit mayor Penerbit Andi. Pengalaman beliau sebagai marketer profesional sudah tidak diragukan lagi. Selain sesuai dengan latar belakang pendidikan, perjalanan beliau bersama tim selama 17 tahun dalam memasarkan produk dan menjadi ujung tombak perusahan mampu mengantarkan Penerbit Andi tetap bisa eksis hingga saat ini. 

Menurut penuturnya, selama pandemi ini grafik penjualan mengalami penurunan. Ditambah pada masa PPKM yang dimulai Bulan Juli 2021 banyak toko buku yang tutup. Penurunan penjualan mencapai 80%. Pembatasan beraktivitas masyarakat telah mengurangi jumlah penjualan secara drastis. 

Upaya penyelamatan usaha penerbitan buku umumnya sangat tergantung dengan pemasaran. Di tengah era digital seperti sekarang ini pola pemasaran juga mulai mengikuti arus. Pemasaran harus mengatur strategi agar bisa menggaet konsumen sebanyak-banyaknya. 

Era pandemi pemasaran buku lebih banyak dilakukan secara online. Strategi pemasaran diantaranya dengan membuat sebuah komunitas bagi pelanggan. Memberikan penawaran khusus diantaranya dengan diskon dan rabat. 


Strategi pemasaran lainnya di masa pengetatan kegiatan masyarakat diantaranya juga dengan membuat event daring yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat itu. Event bisa berupa bedah buku, seminar, workshop dan lain-lain. 

Namun demikian, pemasaran off line juga tetap dilakukan. Penerbit Andi yang sudah memiliki puluhan cabang toko buku di beberapa wilayah Indonesia memetakan dengan menyesuaikan kebutuhan. Toko buku dibagi menjadi 3 kelompok yaitu toko buku modern, swmi modern dan tradisional. Pola pemasaran pada tiap jenis bisa berbeda. Toko modern seperti gramedia, toko Agung biasanya sistem konsinyasi. Titip barang dulu ke toko dan pihak toko akan membayar setelah laku laku dalam periode tertentu. Sementara untuk toko tradisional penerbit Andi memberlakukan sistem kontan. 

Strategi promo internal toko juga kerap dilakukan. Diantaranya memberikan penawaran barang baru ke toko. Display buku dibuat sedemikian rupa agar menarik pengunjung. Diskon khusus dan promosi lainnya. Selain komunikasi antara penerbit dan toko buku harus berjalan baik. Hal itu agar bisa tercipta kerjasama dan sinergi dalam kelancaran usaha. 

Sebagai Penerbit besar yang sudah memiliki percetakan sendiri, Penerbit Andi mengklasifikasikan buku menjadi 32 kategori. Kategori buku diantaranya buku anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

Pemasaran secara individu bisa dilakukan dengan pola pre order. Pemasaran dilakukan melalui medsos dan buat desai iklan yang unik dan menarik. E-book juga memungkinkan dijual mengingat era sekarang sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan gadget dan melek digital. Orang sudah banyak yang suka mencari referensi bacaan melalui internet. 












Komentar