UJUNG TULISAN

 


Tanggal pertemuan: 28 Juli 2021

Resume ke: 8

Tema: Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan

Narasumber: Thamrin Dahlan, S.KM, M. Si. 

Gelombang: 19


Cara Mudah Bisa Menulis - Kadang di dalam kepala berseliweran ide untuk bahan menulis. Tak sengaja melihat sesuatu tumbuh keinginan untuk menjadi materi. Tapi lagi-lagi hal itu perlu latihan secara terus menerus. Ide yang muncul belum bisa dikembangkan secara luas. Ide sering mandek di tengah jalan karena kehabisan kata. 

Rupanya sering berhentinya ide dan mengembangkan tulisan sangat erat kaitannya dengan kebiasaan membaca. Memori yang ada di alam bawah sadar masih luas ruang kosongnya. Pengalaman seseorang boleh banyak, wawasan seseorang bisa sangat luas. Namun itu semua tidak akan bisa terangkai dalam sebuah tulisan terstruktur jika pola baca tidak runtut. 

Dalam membaca sebuah artikel hendaknya dibaca dari awal tulisan hingga poin yang dituju dan di selesaikan hingga akhir tulisa. Hindari membaca pada pokok artikel jika ingin bisa menjelaskan dengan luas. Setelah itu membaca artikel serupa dari penulis lain juga akan memperkaya kosa kata. 

Setiap penulis mempunyai gaya bertutur dan sudut pandang yang bisa berbeda, maka tentu ini akan menjadi nilai tambah bagi pemula yang ingin mahir dalam menulis. Artikel yang ingin dibahas bisa memiliki banyak bahan sehingga mampu menjelaskan menggunakan bahasa sendiri berdasar referensi bacaan sebelumnya. Dengan membaca dan mempelajari hasil karya orang lain secara tidak langsung akan menambah perbendaharaan kata. Alam bawah sadar akan terisi pengetahuan sehingga ketika muncul gagasan segera bisa dituangkan ke dalam karya tulis. 

Pertemuan ke 8 pelatihan menulis bersama PGRI kali ini mendatangkan narasumber yang sudah berpengalaman. Beliau adalah bapak Thamrin Dahlan. Seorang purnawirawan polisi [Kombes] yang kini masih aktif sebagai dosen akpol.

Kiprah beliau di dunia literasi menambah daftar panjang prestasi beliau. Sudah lebih dari 3 lusin buku beliau terbitkan. Hebatnya lagi, beliau adalah pendiri penerbit buku Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan yang biasa disingkat YPTD. Sebuah unit usaha non profit yang mewadahi dan memudahkan para penulis agar bisa menerbitkan buku. Penulis bisa menerbitkan buku dengan biaya sukarela. 

Materi Beliau juga super dengan tema "Buku mahkota penulis, buku muara tulisan". Ide dan gagasan yang muncul sayang bila tidak ditulis. Artikel yang sudah berserak di beberapa media akan makin bermanfaat bila bisa menjadi sebuah buku. Beliau memberikan beberapa pepatah sebagai motivasi:

Harimau mati meninggalkan belang

Gajah mati meninggalkan gading

Manusia wafat meninggalkan nama

Masalah nya Nama Manusia itu tercantum dimana ?

Apakah hanya di 

Buku Nikah

Buku Tabungan

Buku Yasin 

Batu Nisan

Buku bisa menjadi bukti sejarah kelahiran seseorang. Sebuah buku yang terdaftar ISBN akan dicantumkan nama dan terarsipkan dengan baik di perpustakaan nasional.  Dengan buku nama seseorang bisa lebih dikenal. Dengan buku karya seseorang bisa dinikmati lintas jaman dan generasi. 

Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan sebagai penerbit siap memfasilitasi penulis untuk bisa terbit. Tulisan bisa berupa cerita fiksi, non fiksi, novel, sajak, puisi maupun buku ilmiah. Harga penerbitan buku di YTPD sangat terjangkau yakni 50.000 pereksmplar. Penulis akan diberikan softcopy agar bisa dicetak ulang. 

Proses penerbitan dimulai dari penulis mengirim naskah buku ke email thamrindahlan@gmail.com. Kemudian YPTD akan memproses pengusulan ISBN ke Perpustakaan Nasional. Selanjutnya Proses editing, cover, layout. Dan terakhir adalah buku diterbitkan. 

Penerbitan buku yang ber ISBN pada dasarnya mengikuti ketentuan UNESCO yakni berjumlah halaman 80. Naskah merupakan aseli orisinil karya sendiri. Ukuran agar bisa terbit melalui YPTD harus memiliki standar Ukuran Buku A5, Font 12 TNR, spasi 1.5 margin 1.5;1;1:1. halaman minimal 150.

Pak Thamrin Dahlan memberikan tips agar bisa konsisten dalam menulis. Niatkan menulis untuk kebaikan. Lingkuo yang ada di sekitar kita bisa menjadi inspirasi dalam menulis. Menulis lah apa yang kita pahami, alami, dan tulislah dengan bahasa hati. 

Dasar menulis ada 3 jenis:

1. Reportase/liputam/laporan. 

2. Opini berupa artikel membahas permasalahan aktual. 

3.Fiksi berupa cerpen, puisi dan pantun. 

Beliau mempunyai sebuah Motto dalam menulis untuk memacu peserta pelatihan yaitu 3 Pena : Penasehat, Penakawan dan Penasaran. Selain itu ada sebuah kiat jitu dalam menulis "jangan pernah tinggalkan tulisan terbengkalai", artinya ketika anda sudah menulis, selesaikan selesaikan.

Alhamdulillah bisa belajar kepada beliau yang menulis hampir 3.000 artikel selama 11 tahun. Bisa menimba ilmu dengan beliau yang telah mengabdikan diri untuk membangkitkan literasi denga menerbitkan 40 judul Buku. Penutup yang menambah semangat dari beliau yaitu" Dimana ada kemauan disana ada jalan".

Komentar