DARI MANA IDE MENULIS DATANG?
Tanggal pertemuan: 25 Agustus 2021
Resume ke: 20
Tema: Darimana ide menulis datang?
Narasumber: Wijaya Kusuma, S. Pd., M. Pd
Gelombang: 19
==================================
Caramudahbisamenulis- Mampu menerbitkan buku mempunyai pengaruh yang banyak pada seseorang. Selain mengabadikan nama, buku merupakan sarana mengaktualisasikan pemikiran ke dalam bentuk tulisan. Buku bisa menjadi sarana penambah pengetahuan dan pencerahan bagi pembacanya. Buku merupakan simbol kemampuan seseorang dalam menguasai suatu permasalahan.
Wijaya Kusuma, S. Pd., M. Pd. lebih familier dengan Om Jay, adalah guru Bloger Indonesia. Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs.
Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya.apak Wijaya Kusumah atau yang akrab disapa Om Jay Sang Blogger Millenial, lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972.
Meraih gelar S1 di IKIP Jakarta Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (TP) pada tahun 1990-1994). Meraih gelar Pasca Sarjana(S2) pada Program Studi Teknologi PendidikanUNJ. Sekarang masih menempuh gelar DOKTOR PENDIDIKAN di tahun 2021, masyaAllah semoga di beri kelancaran studinya Om Jay.
Sang Guru Besar mempunyai karier yang berjajar banyak sekali yang hanya mampu kutuliskan sebagian saja, diantara :
Pengajar bidang studi TIK di SMP Labschool Jakarta sejak tahun 1992 sampai sekarang
Sekretaris Jenderal Komunitas TIK dan KKPI (KOGTIK) dan Ikatan Guru TIK PGRI
Pengurus APKS PGRI
Pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN)
Pendiri Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI)
Di Era Revolusi Industri 4.0 beliau mengembangkan website Http://gurupenggerakindonesia.com
Sebagai penggiat literasi, telah banyak Karya Ilmiah hasil besutan beliau. Selain itu beliau bekerjasama dengan PT. Andi dan guru-guru SMP Labschool membuat Buku Paket TIK mulai dari kelas 7, 8 dan 9 dan telah disetujui dan di gunakan oleh MGMP guru TIK seluruh Indonesi.
Segudang prestasi beliau bukanlah instan didapatkan. Beliau menyatakan bahwa kemampuan menulisnya berawal bertemu dengan guru hebat dan berprestasi bernama Dedi Dwitagama. Om jay banyak mempelajari isi blog Dedi Dwitagama di https://dedidwitagama.wordpress.com
Sikap rendah hati senantiasa beliau pancarkan. Terasa ketika beliau menyatakan bahwa beliau juga berrguru kepada semua orang.
"Kita semua adalah guru. Kita harus belajar menjadi guru untuk diri sendiri dan berkumpul dengan orang-orang yang Sholeh dan sholekhah". Itulah salah satu pernyataannya.
Pertemuan ke 20 pelatihan menulis bersama PGRI yang seharusnya diisi oleh bapak Dr Imron Roda di. Namun beliau berhalangan karena siang itu terjadi musibah pada beliau mengalami kecelakaan saat berkendara motor. Alhamdulillah beliau masih selamat dan sedang masa rehat untuk pemulihan. Sebagai pengganti Om Jay menjadi narasumbernya.
Om Jay membawakan materi bertema Bagaiamana Ide Datang?. Sebuah materi yang menarik, karena selama ini pertanyaan itulah yang dicari jawabannya oleh penulis pemula. Dan tampaknya itu akan terjawab di pertemuan kali ini.
Ada yang unik ketika belaiu menyampaikan materi. Setelah pembuka kelas dan pengantar, beliau kemudian mengirim sebuah gambar. Gambar tersebut adalah foto Om Jay. Seluruh peserta pelatihan diminta membuat tulisan dalam waktu 5 menit berdasarkan foto tersebut.
Maka peserta pun berlomba menyusun kata untuk mendeskripsikan sesuai sudut pandang masing-masing. Hasilnya sungguh luar biasa. Satu gambar bisa terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda. Tulisan unik sesuai gaya bahasa penulisnya. Ada yang formal, familiar, deskriptif, dan juga berupa sanjungan.
Hal itu wajar, kiprah dan prestasi Om Jay dalam membina kelas menulis ini patut dijadikan contoh. Semangat beliau untuk menggabungkan dunia literasi melalui pelatihan menulis yang banyak diikuti guru kini sudah masuk pada gelombang ke 20.
Sesi berikutnya Om Jay kemudian membagikan sebuah video. Dalam video tersebut Om Jay menyanyikan lagu belajar diwaktu kecil bagaikan melukis di atas batu, belajar sesudah dewasa bagaikan melukis diatas air. Peserta kemudian diminta menafsirkan lagu di video tersebut.
Sebuah syair pendek yang penuh makna. Belajar yang ideal memang dari kecil. Meski keras dan perlu tenaga ekstra bagaikan memahat batu, namun ilmu akan melekat kuat diingatan. Berbeda ketika belajar ketika sudah berumur. Orang tua memang mudah diarahkan, bisa diajak kerjasama dan lebih bisa kondusif, namun mengajarkan ilmu pada orang tua perlu ketelatenan, repetition, pengulangan. Orang tua cenderung pelupa. Meski mudah diajari, namun ketika esok bertemu dan ditanya materi sebelumnya maka jawaban yang didapatkan biasanya tidak ingat.
Hambatan-hambatan dalam menulis diantaranya adalah waktu. Memiliki profesi tertentu membuat seseorang harus pintar membagi waktu. Gagal mengatur waktu sama halnya akan membuat pekerjaan tidak selesai tepat waktu.
Selain hal diatas, masih ada beberapa hambatan yang dialami seseorang ketika menulis, diantaranya adalah kreativitas, hambatan teknis, hambatan tujuan, hambatan psikologis, kesulitan menemukan ide, merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, hambatan untuk bertukar pikiran, menyusun daftar, malakukan riset, membuat Mind Mapping dan juga menyusun kerangka
Buku memiliki pasar sendiri-sendiri. Setelah terbiasa menulis dan ingin mendapatkan manfaat secara ekonomi, seorang penulis bisa melakukan riset mengenai apa yang sedang trending dan banyak dicari orang melakukan Google trend. Google trend KLIK DI SINI
Dari situ bisa terlihat seberapa besar tema yang akan diangkat dicari oleh orang di penelusuran google. Dengan melakukan riset sederhana tersebut, buku yang akan dibuat bisa tepat sasaran dan dibutuhkan saat itu.
Dalam membuat buku terdapat dua genre, yaitu fiksi dan non fiksi. Buku atau artikel non fiksi diantaranya artikel opini, memoar, jurnal, biografi, buku pedoman, karya tulis ilmiah (skripsi, tesis, disertasi).
Menurut Om Jay, cara membuat buku pelajaran agar makin mudah adalah bekerjasama dengan teman sejawat. Dengan menulis bersama banyak masukan datang dan banyak ilmu saling melengkapi. Setidaknya itulah yang dilakukan Om Jay sehingga bukunya berhasil diterbitkan oleh penerbit Andi Yogyakarta
Om Jay bercerita bahwa dirinya hampir mati karena virus Corona. Beliau kemudian berjanji kepada Allah SWT, bila diberi waktu maka akan dihabiskan sisa usianya untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Dibayar atau tdk dibayar belia akan terus berlayar sampai ke tujuan.
"Alhamdulillah berkat TIK yang solid kegiatan ini bisa berjalan lancar sampai gelombang 19 dan 20". Kata beliau
" Impian saya adalah semakin banyak guru yang membuka kelas menulis. Baik untuk sesama guru maupun untuk murid-murid yang diajarkan oleh guru" . Sambungnya lagi.
Beliau bermimpi ada sejuta guru punya blog dan mengelola blog dengan baik sebagai media pembelajaran
Beliau bisa membagikan ilmu ditengah kesibukan diantaranya karena komitmen dalam berkarya. Ada 3 hal yang dibagikan Om Jay saat menjawab seputar kemampuannya membagi waktu. Seseorang harus membagikan waktu dalam 3 dunia. Ada dunia mimpi, ada dunia nyata dan ada dunia Maya.
"Kita harus bagi secara merata sehingga sisa hidup kita bermanfaat buat orang banyak. Tetap rendah hati dan tidak sombong. Sebab Allah benci dengan orang yang sombong dan membanggakan diri". Itu pernyataan Om Jay.
Guru yang hebat adalah mampu menyedarhanakan yang rumit kepada siswa. Matematika itu pelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan. Dalam teknologi pembelajaran ada ilmunya. Omjay berpesan kemudian membagikan artikelnya terkait merencanakan pembelajaran yang menyenangkan. KLIK DI SINI
Menulislah sesuai gaya bahasa sendiri. Yang terpenting adalah pesan sampai kepada pembaca. Menulis sebenarnya adalah untuk orang lain, maka buatlah yang mudah dan enak dibaca.
"Tidak harus begini dan begitu. Hal yang penting pesannya sampai". Pesan Om Jay.
Terima kasih Om Jay, lantaran Om Jay saya bisa tahu lebih banyak mengenai dunia literasi. Bisa tumbuh semangat karena berkumpul dengan orang-orang hebat. Semoga Allah senantiasa memudahkan dan melancarkan urusan Om Jay sekeluarga. Sehat sehat selaluu Om Jay.

Komentar
Posting Komentar